kesemprulan dewan rakyat kita hingga kini masih saja terjadi, saya sebagai rakyat indonesia tidak habis pikir atas ulah mereka. sudah dapet gaji gede, fasilitas lebih, tunjangan selangit, rapat slalu dapet amplop, rumah dan fasilitasnya gratis, listrik ga bayar, telepon gratis, (anak, istri, cucu, orang tua bahkan mertua dan sanak sodara yang lain ikut juga menikmati...) tapi kok masih saja pada NGLUNJAK. padahal gaji dan fasilitas2 itu tidak sebanding dengan kinerja slama ini. mustinya dengan kinerja amburadul seperti itu gajinya cuma 3xUMR saja. ini lebih realistis... memang deh orang-orang semprul tetep aja ya semprul.
dewan rakyat yang seharusnya mihak rakyat ternyata malah nyengsarain rakyat. banyak kasus tilep menilep duit rakyat yang terjadi tapi baru beberapa yang terungkap. dan masih ada ribuan kasus pelanggaran serupa yang belum tercium oleh KPK. dan hal ini kayanya memang sengaja ditutup rapat oleh lembaga dewan rakyat itu sendiri, agar tidak mengemuka. selama ini kan baru orang-orang dari partai kecil menengah saja yang ketangkep KPK sementara untuk partai besar terkesan santai dan aman-aman saja. atau memang, mereka-mereka dari partai besar itu bersih kali ya... hanya Allah swt dan diri mereka yang tau.
kasus 100 m BI, amien (FP3), bulyan (FBR) dengan kesemprulannya yang hingga kini blom selesai, sungguh memalukan. yang ingin saya utarakan disini adalah benarkah para penggede BI, amien, ataupun bulyan itu "maen" sendiri? ataukah memang mereka hanya sebagai korban konspirasi politik partai semprul?
di sini lah para penegak hukum dan KPK harus jeli dan jangan jadi penakut (pengecut), sehingga diharapkan kasus ini dapet selesai dengan cepat. karena masih banyak lagi kasus-kasus besar lain yang menunggu.
dewan rakyat yang seharusnya mihak rakyat ternyata malah nyengsarain rakyat. banyak kasus tilep menilep duit rakyat yang terjadi tapi baru beberapa yang terungkap. dan masih ada ribuan kasus pelanggaran serupa yang belum tercium oleh KPK. dan hal ini kayanya memang sengaja ditutup rapat oleh lembaga dewan rakyat itu sendiri, agar tidak mengemuka. selama ini kan baru orang-orang dari partai kecil menengah saja yang ketangkep KPK sementara untuk partai besar terkesan santai dan aman-aman saja. atau memang, mereka-mereka dari partai besar itu bersih kali ya... hanya Allah swt dan diri mereka yang tau.
kasus 100 m BI, amien (FP3), bulyan (FBR) dengan kesemprulannya yang hingga kini blom selesai, sungguh memalukan. yang ingin saya utarakan disini adalah benarkah para penggede BI, amien, ataupun bulyan itu "maen" sendiri? ataukah memang mereka hanya sebagai korban konspirasi politik partai semprul?
di sini lah para penegak hukum dan KPK harus jeli dan jangan jadi penakut (pengecut), sehingga diharapkan kasus ini dapet selesai dengan cepat. karena masih banyak lagi kasus-kasus besar lain yang menunggu.
- 100m BI itu dialokasikan buat bahas UU BI oleh partnernya di lembaga dewan rakyat. uniknya tersangkanya baru dari BI sementara dari partnernya blom ketauan. padahal rentang waktu penyelidikan sudah hampir basi. apa karna ada anggota parpol besar yang tersangkut disana sehingga terkesan alot?
- amien (FP3), secara khusus saya bilang bahwa amien itu GOBLOX dan SEMPRUl bin SEMPRUL tenan. lo mau aja diperalat dan kasus lo sama artinya lo uda nglempar tai ke muke kite-kite semua. dan saran gwe mien, lo ngomong aja siapa saja yang sejalan ma lo, karena gwe yakin lo ga sendiri dan dugaan gwe temen-temen lo di lembaga dewan juga ada yang terlibat.
- bulyan (FBR) si semprul pemain baru, sama juga seperti yang lain, lo TOLOL dan semprul juga, saran gwe saat ini mending lo proaktif aja deh ma KPK trus lo bongkar semua borok-borok kesemprulan dewan rakyat itu biar masalah cepet selesai dan lembaga dewan bersih dari manusia-manusia semprul kaya lo.
- dan masih banyak lagi amien dan bulyan lainya yang juga sama-sama semprulnya.
- KPK, untuk saat ini dengan beberapa keberhasilannya mengungkap kasus korupsi patut di hargai dan diberi acungan jempol. namun seperti banyak orang bilang kalau memang mau bener-bener komit terhadap tujuan di bentuknya lembaga ini, KPK tidak boleh tebang pilih, semua bentuk-bentuk kejahatan korupsi adalah sama HARUS DIBERANGUS.
sekedar saran untuk KPK untuk kasus-kasus tilep menilep khususnya di dewan rakyat, KPK harus juga memeriksa semua anggota komisi tempat tersangka bernaung + panitia anggaran, karena dalam pengesahan UU atau pengesahan anggaran melibatkan semua anggota komisi dan panitia anggaran tentunya. jadi jangan cuma oknumnya aja yang diperiksa (oknum : pemberi dan penerima).. kalau perlu semua yang menghalang-halangi KPK untuk melakukan penggeledahan di dewan rakyat juga diperiksa tuh, jangan-jangan, jangan-jangan deh... tapi berani ga ya? KPK melakukan itu???? disinilah tantangan KPK. karenanya kejelian dan "kekejaman" (dalam membrantas korupsi) KPK sangat dibutuhkan.
tapi gwe yakin kok... KPK bukan lembaga SEMPRUL bukan pula lembaga SONTOLOYO pun juga bukan lembaga PENGECUT & PENAKUT. maju trus antasari... tapi kalo uda ga mampu ya kelaut aje lo...
No comments:
Post a Comment