BISMILLAH... nGreKso aWaK deWe, nGubo NgrAmpEni ndOnyo, gAwE sAngU uRip sAk duRuNge nGadeP GUSTI ALLOH...
Monday, 20 April 2009
Doa Untuk Orang Tua
Rendahkanlah suaraku bagi mereka Perindahlah suaraku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar Atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,Meningginya kedudukan mereka dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allahsebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.Tetapi jika megfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,Sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mudi tempat kediaman yang dunaungi kemuliaan-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah Yang memiliki Karunia Maha Agung, Serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua Pengasih.
Friday, 3 April 2009
nasehat cinta bagi mereka yang "gila"…
Beda...
…..Perbedaan antara pria dan wanita bukan hanya terletak pada bentuk kelamin masing-masing, bukan hanya karena adanya uterus, kehamilan dan bukan pula karena modus pendidikan. Perbedaan-perbedaan itu sifatnya lebih fundamental (mendasar), yakni karena adanya perbedaan susunan jaringan-jaringan dan perbedaan dalam pengisian seluruh organisme dengan zat-zat kimia yang diserap oleh indung telur dan dalam setiap butir sel tubuh wanita mengandung ciri-ciri jenis kelaminnya. Demikian pula dengan organ-organ tubuhnya, terutama sistem saraf-sarafnya. sehingga dapat kita amati bahwa dalam bertingkah laku bahkan kesenangannyapun wanita mempunyai kecenderungan sesuai dengan jenis kelaminnya.”
kenali dirimu
aku masih hafal nyanyian itu
Sejak kita di sekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu menyanyikannya
Ketika anak-anak disuruh
Menyanyi di depan klas satu-persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira
Saat guru kita mengajak menyanyikan lagu itu
bersama-sama
Pergaulan sudah tidak seakrab dulu
Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri
Atau tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah dimana
Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang
Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali
Bersamamu
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Di tengah kobaran kebencian dan dendam
Serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang mengubah lirik lagu
Kesayangan kita itu
Dan menyanyikannya dengan nada sendu
Bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba-tiba
Selalu dihina-hina bangsa
Disana banyak orang lupa
Dibuai kepentingan dunia
Tempat bertarung merebut kuasa
Sampai entah kapan akhirnya
Mungkinkah kita bisa menyanyi bersama lagi
Lagu kesayangan kita itu
Dengan akrab seperti dulu
Ibu, maafkan aku… (December 4th, 2005)
pada kasihmu
tertanam kesabaran
yang takkan berkesudahan
meski pedih kau rasa
ibu…
dari setiap tetes air susumu, mengalir kebajikan
bekalku mengeja hidup dan kehidupan
hingga hadirmu slalu menentramkan
disetiap gelisah yang kurasakan
ibu…
kau terus berjuang
pastikan aku tak pernah kekurangan
walau dirimu terus terkorbankan
dalam kesakitan yang tak bermuara
ibu…
maka ijinkan aku meminta padaNya
agar aku menggantikanmu menanggung derita
walau itu hanya setitik embun
ditengah lautan samudra pengorbananmu, terhadap aku
ibu, dalam setiap hembusan nafasmu, adalah doa dilangkahku
dan, entahlah dengan apa aku harus balas kasihmu
ibu, maafkan aku
Shalat
Seorang perempuan Takruni di dekatSiwak-siwak dagangannyaTiba-tiba berdiri menghadap kiblatSeperti shalatKaki-kakinya yang telanjang bagaiTongkat sonokelingMenancap pada kardus-kardusDi trotoar king Abdul Aziz yangPadatTangannya serabutan menjagaKerudungnyaDari usikan angin dhuha”Lihatlah orang itu!”kata rang-orangYang lalu”Masak shalat begitu!”Dan aku seperti mendengar suara kearifan-Nya:”Biarkan Aku yang menilai ibadahHamba-Ku.”Mekah, 1426_gusmus_komunitas mata air_
satu hari bersamamu (december 23rd, 2006)
Nyaman…
itulah rasa yang ada
ketika bersamamu satu hari itu
begitu manis, tulus,tanpa paksa dan apa adanya
ulas senyumu yang terus mengembang,
seolahmenjadi penawar ragu & cemasku
Intim…
suatu hal yang sulit kuperoleh
namun, satu hari bersamamu
keadaan itu mengalir begitu mudah & sederhana
semudah alur cerita-cerita pendek
sesederhana penerimaanmu
atas uluran tanganku
… tanpa banyak tanya
Cantik…
bahkan tak hanya parasmu
juga sikap dan cara berfikirmu,
satu hari bersamamu
banyak makna tlah tergali
terima kasihku untukmu
pantas kupersembahkan
Hangat…
aroma disetiap tutur katamu
menambah pesona tak terukur
hidupkan suasana tersendiri
dikebersamaan satu hari kita
…sedetikpun menjadi sangat berarti
Apa adanya…
digemulai bahasa tubuhmu
cerminkan kejujuran laku
jauh dari manipulasi,
kebersahajaan tanpa tendensi,
kearifan yang tak sempat terkondisi
…berjalan sebagaimana adanya.
SATU HARI BERSAMAMU,
KISAH TEROMANTIS YANG SLALU KUTUNGGU…