Monday, 20 April 2009

Doa Untuk Orang Tua

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka Perindahlah suaraku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar Atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,Meningginya kedudukan mereka dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allahsebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.Tetapi jika megfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku Maka izinkanlah aku memberi syafa'at untuk mereka,Sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mudi tempat kediaman yang dunaungi kemuliaan-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah Yang memiliki Karunia Maha Agung, Serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua Pengasih.

Friday, 3 April 2009

nasehat cinta bagi mereka yang "gila"…

Desember 1st, 2005 by doel-aje
apa itu cinta?
semua orang mungkin punya pemahaman tersendiri mengenai hal satu ini. sesuai pengalaman yang pernah mereka dapatkan.

nah… berkaitan dengan perasaan sayang terhadap pasangan yang sedang/sudah ente jalani ataupun masih dalam angan-angan, dengan segala bentuk ekspresinya (exploitasi), gwe punya sesuatu untuk sekedar mengingatkan:

karena cinta ia menjadi hamba
padahal sebelumnya ialah sang raja
kegarangan istana tiada menyertai
dia dipuncak gunung menyendiri
pipi tertempel di tanah berdebu
seakan bantal-bantal sutra untuk bertumpu
begitulah kehinaan menimpa orang merdeka
jika cinta melanda
dia laksana hamba sahaya
( al-hikam )

derita jiwa bagi mereka yang jatuh cinta
sekalipun seperti yang kami alami
mereka memang cinta
dalam kehidupan ini
tapi…
mereka tiada mendapatkan dunia dan agama
( al-Abbas bin al-ahnaf )

kau gila karna orang yang kau cinta
memang…
cinta buta lebih parah dari gila
orang tak bisa sadar karena cinta buta
sedang orang gila akan terkapar tak berdaya
maka…
jagalah diri agar tidak diperbudak cinta
karena cinta adalah satu dari bermacam-macam bentuk gila
_doel_saduran, 11205.

apa yang dapat kita lakukan selanjutnya adalah apa yang ada dalam alam fikiran yang setiap saat, setiap waktu kita kembangkan... dan bagaimana menyikapinya? anda sendirilah yang lebih mengetahui.

Beda...

…..Perbedaan antara pria dan wanita bukan hanya terletak pada bentuk kelamin masing-masing, bukan hanya karena adanya uterus, kehamilan dan bukan pula karena modus pendidikan. Perbedaan-perbedaan itu sifatnya lebih fundamental (mendasar), yakni karena adanya perbedaan susunan jaringan-jaringan dan perbedaan dalam pengisian seluruh organisme dengan zat-zat kimia yang diserap oleh indung telur dan dalam setiap butir sel tubuh wanita mengandung ciri-ciri jenis kelaminnya. Demikian pula dengan organ-organ tubuhnya, terutama sistem saraf-sarafnya. sehingga dapat kita amati bahwa dalam bertingkah laku bahkan kesenangannyapun wanita mempunyai kecenderungan sesuai dengan jenis kelaminnya.”

_alexis carrel_

kenali dirimu

kenali dirimu
kalau kau pahami dirimu sendiri
kau akan memisahkan yang kotor dari suci
pertama akrabkan dengan dirimu
kemudian, jadilah pembimbing seluruh lingkunganmu
kalau kau pahami dirimu, kau akan mengetahui segalanya
kalau kau pahami dirimu, kau akan terlepas dari bencana
kau tak tahu nilaimu sendiri
sebab kau tetap begini
akan kau lihat Tuhan
kalau kau lihat dirimu sendiri
langit yang tujuh, bintang yang tujuh adalah budakmu
namun kasihan, kau tetap membudak pada ragamu
jangan pusingkan kenikmatan hewani
kalau kau pencari berkah surgawi
jadilah manusia sejati
tinggalkan tidur dan pesta ria
apa pula tidur dan makan-makan?
itulah urusan binatang buas
dengan ilmu jiwamu bertunas
jagalah sekarang juga
sudah berapa lama kau tertidur?
pandanglah dirimu sendiri
kau sesungguhnya luhur
renungkanlah…
coba kau fikirkan dari mana kau datang?
dan kenapa pula kau dalam penjara ini sekarang?
jadilah penentang berhala
bagai Ibrahim yang pemberani
ada maksud kau dicipta serupa ini
sungguh malu kau telantarkan maksud penciptaan itu

_Nasri-i-Khusrau_

aku masih hafal nyanyian itu

Aku masih sangat hafal nyanyian itu
Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama
Sejak kita di sekolah rakyat
Kita berebut lebih dulu menyanyikannya
Ketika anak-anak disuruh
Menyanyi di depan klas satu-persatu
Aku masih ingat betapa kita gembira
Saat guru kita mengajak menyanyikan lagu itu
bersama-sama
Sudah lama sekali
Pergaulan sudah tidak seakrab dulu
Masing-masing sudah terseret kepentingannya sendiri
Atau tersihir pesona dunia
Dan kau kini entah dimana
Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang
Hari ini ingin sekali aku menyanyikannya kembali
Bersamamu
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Aku merindukan rasa haru dan iba
Di tengah kobaran kebencian dan dendam
Serta maraknya rasa tega
Hingga kini ada saja yang mengubah lirik lagu
Kesayangan kita itu
Dan menyanyikannya dengan nada sendu
Indonesia tanah air kita
Bahagia menjadi nestapa
Indonesia kini tiba-tiba
Selalu dihina-hina bangsa
Disana banyak orang lupa
Dibuai kepentingan dunia
Tempat bertarung merebut kuasa
Sampai entah kapan akhirnya
Sayang, dimanakah kini kau
Mungkinkah kita bisa menyanyi bersama lagi
Lagu kesayangan kita itu
Dengan akrab seperti dulu
Rembang, 2000
_gusmus_

Ibu, maafkan aku… (December 4th, 2005)

ibu…

pada kasihmu
tertanam kesabaran
yang takkan berkesudahan
meski pedih kau rasa

ibu…

dari setiap tetes air susumu, mengalir kebajikan
bekalku mengeja hidup dan kehidupan
hingga hadirmu slalu menentramkan
disetiap gelisah yang kurasakan

ibu…

kau terus berjuang
pastikan aku tak pernah kekurangan
walau dirimu terus terkorbankan
dalam kesakitan yang tak bermuara

ibu…

maka ijinkan aku meminta padaNya
agar aku menggantikanmu menanggung derita
walau itu hanya setitik embun
ditengah lautan samudra pengorbananmu, terhadap aku

ibu, dalam setiap hembusan nafasmu, adalah doa dilangkahku

dan, entahlah dengan apa aku harus balas kasihmu

ibu, maafkan aku

Shalat

Seorang perempuan Takruni di dekat
Siwak-siwak dagangannya
Tiba-tiba berdiri menghadap kiblat
Seperti shalat
Kaki-kakinya yang telanjang bagai
Tongkat sonokeling
Menancap pada kardus-kardus
Di trotoar king Abdul Aziz yang
Padat
Tangannya serabutan menjaga
Kerudungnya
Dari usikan angin dhuha
”Lihatlah orang itu!”kata rang-orang
Yang lalu
”Masak shalat begitu!”
Dan aku seperti mendengar suara kearifan-Nya:
”Biarkan Aku yang menilai ibadah
Hamba-Ku.”

Mekah, 1426
_gusmus_komunitas mata air_

satu hari bersamamu (december 23rd, 2006)

Nyaman…

itulah rasa yang ada

ketika bersamamu satu hari itu

begitu manis, tulus,tanpa paksa dan apa adanya

ulas senyumu yang terus mengembang,

seolahmenjadi penawar ragu & cemasku

Intim…

suatu hal yang sulit kuperoleh

namun, satu hari bersamamu

keadaan itu mengalir begitu mudah & sederhana

semudah alur cerita-cerita pendek

sesederhana penerimaanmu

atas uluran tanganku

tanpa banyak tanya

Cantik…

bahkan tak hanya parasmu

juga sikap dan cara berfikirmu,

satu hari bersamamu

banyak makna tlah tergali

terima kasihku untukmu

pantas kupersembahkan

Hangat…

aroma disetiap tutur katamu

menambah pesona tak terukur

hidupkan suasana tersendiri

dikebersamaan satu hari kita

sedetikpun menjadi sangat berarti

Apa adanya…

digemulai bahasa tubuhmu

cerminkan kejujuran laku

jauh dari manipulasi,

kebersahajaan tanpa tendensi,

kearifan yang tak sempat terkondisi

berjalan sebagaimana adanya.

SATU HARI BERSAMAMU,

KISAH TEROMANTIS YANG SLALU KUTUNGGU…

kutitipkan

Oleh : A. Mustofa Bisri
Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Paslilah gunung meluapkan api.
Tapi Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut fahamku.
Ku simpan sendiri

maaf dariku (februari 5th, 2006)

entahlah…
apakah pesonaku yang memikat
ataukah…
akalmu yang tak lagi
di tempat
padahal
semua orang tau
semua orang berbisik padamu
" aku terlalu sulit untuk kau pahami "
" aku terlalu pandai untuk kau mengerti "
" aku terlalu liar untuk kau genggam "
tapi kau tetap pada pendirianmu
dan kau tak menyesali
itulah yang padamu
ku tak ingin,
ada rasa kecewa
yang sebenarnya tiada perlu
andai kau tau
asa itu tak patut
untuk kau miliki
mungkin…
tak kan kau buka rasa itu
andai kau tau cintamu
bukanlah aku
mungkin…
tak kau biarkan
kebodohan itu merengkuhmu
dan…
selamat tinggal akan lebih baik,
pada akhirnya
Teman…
ku yakin,
kejujuran ini membuat luka
di hatimu…
Teman…
kuanggap,
inilah jalan itu
jalan yang lebih baik
_
MAAFKAN AKU…

ga ada judul (Juni,4th 2006)

ya Allah…
rasanya sudah lama sekali aku menyakiti-Mu, meninggalkan-Mu, dan melupakan-Mu.
ya Allah…
ijinkanlah hari ini aku mencoba untuk mengingat-Mu, walau aku ragu ENGKAU mau maafkan aku…
ya Allah…
jika ENGKAU hendak marahi aku
jika ENGKAU hendak murkai aku
maka satu permintaanku…
janganlah ENGKAU berlama-lama dalam kebencian-MU
dan janganlah ENGKAU bebankan rasa ini sesuatu yang berat untuk ditanggungnya..
ya ALLAH…
jika MAAFMU adalah matiku…
maka ambillah nyawaku…
(dalam khusnul khotimah), Amien ya Robbal ‘alamien..