Thursday, 6 November 2014

RAKYAT LAPAR...

pemilu uda selesai. DPR sudah terbentuk. presiden baru sudah terpilih. masing-masing kubu yang bertarung juga sudah dapet jatah kekuasaanya. mau apalagi? saat ini tinggal kerja saja sesuai janji kampanye kemaren, tidak usah banyak omong. tidak usah banyak berteori. lakukan saja yg sudah menjadi program saat kampanye kemaren. lupakan perbedaan, lupakan semua konflik kepentingan. RAKYAT SUDAH MENUNGGU REALISASI JANJI KAMPANYE.

koalisi pimpinan PDIP sudah dapet jatah presiden, terima saja lah tidak usah banyak bacot. terima saja kursi yg dimiliki saat ini. tidak usah bermimpi terlalu muluk untuk jadi penguasa tunggal. toh kemampuanya juga tidak teruji. gagal dalam loby, gagal menguasai suara parlemen. harusnya terimalah itu, sadarilah bahwa kemampuan koalisi pendukung jokowi maksimalnya ya segitu.

jadi tidak usahlah bikin opini yg aneh bin aneh. tidak usahlah buat tandingan ini tandingan itu. hentikan kerakusan anda. sadarilah dan ukurlah kekuatan sendiri. 

nrimo ing pandum, itu bukan berarti tidak ada usaha. harus tetap usaha, tapi dengan cara-cara yang baik dan bermartabat. jadikanlah rival koalisi sebagai teman bukan diperlakukan bak musuh bebuyutan. akan mati konyol jika ular kadut coba melawan burung elang. lha sama gagak saja yo kalah kok. keajaibanpun tidak akan datang jika dibarengi dengan dendam dan ego kerakusan.

lagi pula teritori masing-masing nya juga sudah berbeda. namun bukan berarti tidak bisa dikerjasamakan. semua bisa disandingkan asal masing-masing saling menjaga ego.

negara ini sedang kronis. strategi rekonstruksinya juga sangat sulit. salah membuat kebijakan sedikit saja, hancur... euforia PDIP cs dengan kemenangan raja jokowi, sudah selesai, tinggal kerja kerja dan kerja. kl memang tidak siap kerja ya sudah kembali saja jadi rakyat biasa. ini kan tidak. mau tetap berkuasa tapi disisi lain ada phobia tertentu yang berkali-kali tidak terbukti. akhirnya kan justru malah jadi fitnah sendiri. dan sekarang trendnya malah beda lagi, siapa yang terlihat frontal nakal ditangkap, diadili. deliknya belum terbukti tp sudah main tangkap. aneh. siapa yang lugas dan tegas menolak kebijakan justru dikebiri, dianggap benalu. aneh lagi. 

jaman pak harto akan terulang kembali. siapa melawan habisi... makin ga jelas demokrasi negri ini. silahkan berkuasa tp jangan karna tingginya kuasa trus bebas berbuat. aturan hukum sudah jelas. lalu mengapa seolah masih beranggapan hanya rakyat saja yg haram melanggar hukum. sementara pejabat pimpinan tinggi boleh melanggar. makin ga jelas lagi kelakuannya.

pun begitu dengan KMP. sesolit apapun kekuatan KMP tidak akan pernah bisa bekerja dengan baik jika dibarengi dengan sikap jumawa. toh semua juga akan kembali pada kewajaranya. manusia boleh berkuasa dalam teritorinya tp tidak semua wilayah bisa digenggam. sll ada keterbatasan manusia baik secara individu maupun kelompok. dan ingatlah bahwa di Atas Sana masih ada yg lebih berhak ATAS SEGALANYA. sikap jumawa, sikap "ter" ini "ter" itu hanya bisa dikuasai oleh manusia dalam batas tertentu dan memiliki tenggat waktu. masa "kedaluarsa" akan sll ada karna memang tidak ada yang abadi. semua akan hilang bersama datangnya "KEKUASAAN HAKIKI YANG SEBENAR-BENARNYA".

jadi jika memang ingin perbaiki bangsa harusnya saling jabat erat. berkomitmen siapapun yang nantinya berpotensi akan dan menjadi penghianat tidak ada ampun, HABISI... tidak peduli siapa. 
mudah2an 2 kubu itu segera berdamai, bersahabat.

RAKYAT BUTUH KOMITMEN. TIDAK MENCLA MENCLE...
ini lagi, kemarin2 sll tolak kenaikan harga BBM. kemaren2 sll terdepan berkoar2 didimanapun tempat bahkan diWC pun sll HARAMkan HARGA BBM NAIK. skr justru mewajibkan naik. minyak mentah dunia harga turun, kok indonesia justru mau naikin BBM. aneh bin ga jelas. negara kaya tapi rakyat tidak mampu beli BBM. sll krisis energi. sontoloyo. 

kl sudah tidak mampu lagi berfikir merumuskan pemecahan yg lebih baik, buat saja maklumat, konprensi pers bilang sama rakyat "cukup sekian dan terima kasih., sy berjanji lagi akan memaksa rakyat utk dijadikan saya penguasa lagi". selesai.

kalo masih bernapsu ya silahkan lanjutkan. silahkan juga naikan harga BBM... sebagian rakyat cukup tau saja. namun ya jgn salahkan sebagian rakyat lain yang berfikir frontal. terima saja apapun sikap dan reaksi rakyat.

dan biarpun sebagian rakyat bersikap frontal, tapi tetap saja mereka sll taat bayar ini itu ke kas negara, untuk memberi makan anak istri cucu cicit kalian pejabat.

MERDEKA...!!! dan kalian saja pejabat penghianat rakyat yang mati....!!!!

bernegaralah dengan santun, 
RAKYAT SUDAH LAPAR KEMAKMURAN
RAKYAT SUDAH LAPAR KENYAMANAN
RAKYAT SUDAH LAPAR RASA AMAN
PERUT RAKYAT SUDAH KERONCOGAN... LAPAR BENERAN...