Friday, 3 April 2009

Ibu, maafkan aku… (December 4th, 2005)

ibu…

pada kasihmu
tertanam kesabaran
yang takkan berkesudahan
meski pedih kau rasa

ibu…

dari setiap tetes air susumu, mengalir kebajikan
bekalku mengeja hidup dan kehidupan
hingga hadirmu slalu menentramkan
disetiap gelisah yang kurasakan

ibu…

kau terus berjuang
pastikan aku tak pernah kekurangan
walau dirimu terus terkorbankan
dalam kesakitan yang tak bermuara

ibu…

maka ijinkan aku meminta padaNya
agar aku menggantikanmu menanggung derita
walau itu hanya setitik embun
ditengah lautan samudra pengorbananmu, terhadap aku

ibu, dalam setiap hembusan nafasmu, adalah doa dilangkahku

dan, entahlah dengan apa aku harus balas kasihmu

ibu, maafkan aku

Shalat

Seorang perempuan Takruni di dekat
Siwak-siwak dagangannya
Tiba-tiba berdiri menghadap kiblat
Seperti shalat
Kaki-kakinya yang telanjang bagai
Tongkat sonokeling
Menancap pada kardus-kardus
Di trotoar king Abdul Aziz yang
Padat
Tangannya serabutan menjaga
Kerudungnya
Dari usikan angin dhuha
”Lihatlah orang itu!”kata rang-orang
Yang lalu
”Masak shalat begitu!”
Dan aku seperti mendengar suara kearifan-Nya:
”Biarkan Aku yang menilai ibadah
Hamba-Ku.”

Mekah, 1426
_gusmus_komunitas mata air_

satu hari bersamamu (december 23rd, 2006)

Nyaman…

itulah rasa yang ada

ketika bersamamu satu hari itu

begitu manis, tulus,tanpa paksa dan apa adanya

ulas senyumu yang terus mengembang,

seolahmenjadi penawar ragu & cemasku

Intim…

suatu hal yang sulit kuperoleh

namun, satu hari bersamamu

keadaan itu mengalir begitu mudah & sederhana

semudah alur cerita-cerita pendek

sesederhana penerimaanmu

atas uluran tanganku

tanpa banyak tanya

Cantik…

bahkan tak hanya parasmu

juga sikap dan cara berfikirmu,

satu hari bersamamu

banyak makna tlah tergali

terima kasihku untukmu

pantas kupersembahkan

Hangat…

aroma disetiap tutur katamu

menambah pesona tak terukur

hidupkan suasana tersendiri

dikebersamaan satu hari kita

sedetikpun menjadi sangat berarti

Apa adanya…

digemulai bahasa tubuhmu

cerminkan kejujuran laku

jauh dari manipulasi,

kebersahajaan tanpa tendensi,

kearifan yang tak sempat terkondisi

berjalan sebagaimana adanya.

SATU HARI BERSAMAMU,

KISAH TEROMANTIS YANG SLALU KUTUNGGU…