Seorang perempuan Takruni di dekatSiwak-siwak dagangannyaTiba-tiba berdiri menghadap kiblatSeperti shalatKaki-kakinya yang telanjang bagaiTongkat sonokelingMenancap pada kardus-kardusDi trotoar king Abdul Aziz yangPadatTangannya serabutan menjagaKerudungnyaDari usikan angin dhuha”Lihatlah orang itu!”kata rang-orangYang lalu”Masak shalat begitu!”Dan aku seperti mendengar suara kearifan-Nya:”Biarkan Aku yang menilai ibadahHamba-Ku.”Mekah, 1426_gusmus_komunitas mata air_
No comments:
Post a Comment