SONTOLOYO versi kang samsir
kalo kang samsir dalam wawancara dengan wartawan, bilang ada menteri sontoloyo itu wajar kali ya? karna mungkin dugaan itu memang benar-benar ada. saya sendiri sebagai orang awam ga tau pasti kebenaran atas dugaan itu. karna si akang itu blom kasih bukti kongkrit ke-sontoloyo-an menteri itu, namun begitu, saya yakin kang samsir punya alasan tersendiri untuk berkata demikian.
sayangnya kang, sampeyan lupa kali ya? bahwa di dalam organisasi yang sampeyan pimpin itu ada juga oknum yang sudah benar-benar SONTOLOYO (minjem kosakata sampeyan lho kang..) knapa bisa begitu? moso, orang baik-baik, pejuang HAM seperti munir kok dipateni? selidik punya selidik ternyata ada salah satu anak buah kang samsir yang terlibat. perilaku pembunuh keji ini yang harusnya juga di sebut SONTOLOYO bin SONTOLOYO. ya ga?
trus knapa kang samsir kok ga se-vokal ketika ngomong ada menteri sontoloyo ya? knapa, mengapa, ada apa, aya naon? opo karena ada semacam "kode etik ego" lembaga? atau... sehingga seolah tidak ada sikap & ketegasan yang muncul. mlempem seperti tempe mendoan. harusnya kan tempe mendoan yang kemlethik (renyah .red). lho.. opo tumon mendoan kemlethik? mendoan yang di goreng dengan minyak plastik kali ya... hehe.
parpol SONTOLOYO
trus ono meneh, dugaan parpol yang membiayai demo mahasiswa dan elemen lain yang katanya "mengatasnamakan rakyat" memprotes kenaikan BBM. lha ini yang lebih menarik untuk disimak dan juga harus diwaspadai tentunya. karna parpol seperti ini adalah parpol udik, kampungan, parpol jaman batu, juga teramat sangat SONTOLOYO. kelaut aja deh lo...
parpol sontoloyo itu versi saya ya biasanya punya pimpinan yang vokal ketika tidak menjadi pejabat publik/kalah dalam pemilu, cenderung "berhaluan kiri" dan slalu ngumbar janji-janji murahan, bisa mengkritik doang & ga bisa kasih solusi, ngaku berbasis massa besar di akar rumput tapi kemampuan managerial negara nol besar.
simpatisan parpol SONTOLOYO
bang andi bilang, suhu politik makin memanas akhir-akhir ini, dikarenakan ada beberapa partai politik yang membuat intrik-intrik "murahan" menjelang pemilu. dan sudah menjadi kebiasaan musiman, parpol memanfaatkan situasi carut-marutnya pengelolaan kebijakan pemerintah yang ada, bertujuan untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati "rakyat", dengan mengkritik habis-habisan kebijakan-kebijakan itu. parpol itu juga mengatasnamakan "rakyat". tapi "rakyat" yang mana, itu yang ga jelas. kalo ada demonstrasi yang mengatasnamakan "rakyat" trus ujung-ujungnya membuat kerusakan, keributan dan kerugian banyak orang, apa masih pantas disebut demo untuk rakyat??? dan memangnya kalo parpol sudah bisa membiayai demontrasi & mengkritik kebijakan pemerintah, sudah bisa dibilang parpol yang hebat? parpol yang berhaluan kerakyatan? atau jangan-jangan "rakyat" yang mereka maksud berasal dari golongan mereka sendiri (simpatisan) yang sudah pula menjadi SONTOLOYO.
punggawa parpol SONTOLOYO
menurut hemat saya, saat ini kalo kita ingin berpolitik melalui parpol atau hanya sekedar menjadi simpatisan parpol, maka saran saya pilihlah parpol yang benar-benar memperjuangkan hak & bisa mengakomodir MURNI keinginan rakyat bangsa kita ini. itu saja sudah lebih dari cukup. kita jangan pernah bermimpi apalagi berharap terlalu banyak pada parpol. karena TIDAK AKAN PERNAH BISA parpol manapun mensejahterakan kehidupan rakyat jika di dalamnya terdapat banyak defiasi kepentingan & sifat KANIBALISME baik individu maupun kelompok. dan sudah menjadi rahasia umum bahwa parpol SONTOLOYO ini hanya bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan punggawanya sendiri, sikut kanan sikut kiri ga peduli temen, kalo perlu, jangan kan lawan, temen sendiri aja dibrakot juga kok. Berarti SONTOLOYO juga donk itu punggawa parpol. hiks...hiks..
(brakot itu istilah jawa yang menggambarkan seekor binatang yang kelaparan trus ketemu makanan langsung brakot aja ga pake mikir makanan itu enak apa ngga, beracun ataupun tidak)
janji SONTOLOYO
coba renungkan, parpol-parpol besar yang ada di negeri ini, sudah puluhan tahun mereka berdiri, dan sudah pula mempunyai simpatisan puluhan juta orang. dari puluhan juta simpatisan itu berapa yang benar-benar terangkat hidupnya oleh parpol itu? bisa dihitung dengan jari. hampir tidak ada 1%-nya dari jumlah simpatisan yang berjuta-juta itu yang memperoleh keuntungan secara langsung dari parpol yang dibelanya. yang ada malah para penggede parpol itu yang smakin subur & makmur. dan joroknya lagi sistem regenerasi parpol itu, yang lebih diutamakan yang berasal dari keluarga atau kalangan mereka sendiri. padahal banyak potensi-potensi grass-root yang butuh pembinaan. bisa dibayangkan puluhan tahun menjadi simpatisan puluhan tahun pula menjadi pesakitan... terus mana janji-janji setiap kampanye yang mereka koar-koarkan??? NOL BESARRRR... SONTOLOYO juga namanya. saya tidak menyinggung parpol kecil (parpol GUREM) karena memang parpol-parpol kecil itu pintar berkamuflase. ujung-ujungnya koalisi juga dengan partai besar.
NEPOTISME PARPOL
nepotisme parpol sangat kental sekali. nepotisme yang saya maksud adalah nepotisme berkaitan dengan jabatan stategis dalam parpol. nepotisme boleh-boleh saja dilakukan asal dengan syarat 1) dia memang berjiwa kerakyatan, punya potensi, mumpuni dan punya integritas 2) mengetahui/menguasai makna, sasaran dan tujuan ber-parpol (memiliki ilmu yang memadai), 3) tidak ada lagi orang lain yang mampu memegang jabatan strtegis parpol/tidak ada lagi orang di luarnya yang mampu melaksanakan mandat parpol.
karena seperti pengalaman yang ada, banyak pengurus parpol yang cuma nebeng nama besar ternyata ga ngerti apa-apa tentang politik partai, cuma jadi lipstik dan ajang kontes "bocah ingusan parpol", itu berarti ga efektif untuk kehidupan parpol. mustinya penggede parpol itu sadar donk tentang hal ini dan mustinya juga di siapkan dulu dengan sebuah pembinaan yang memadai, baru nanti kalo sudah siap boleh di propose sebagai pengurus parpol. kalo perlu harus melalui tahap yang paling dasar. seperti pengurus parpol tingkat kampung/desa dll. dari situ dia akan belajar salah satunya politik kerakyatan. baru kalo memang sudah lulus bisa naik tingkat dst...
politik kerakyatan bagi parpol ini penting karena dari sanalah basis kekuatan parpol terbangun. jangan cuma bisanya mempolotisir rakyat seperti partai SONTOLOYO itu. ya ga...
kalo kang samsir dalam wawancara dengan wartawan, bilang ada menteri sontoloyo itu wajar kali ya? karna mungkin dugaan itu memang benar-benar ada. saya sendiri sebagai orang awam ga tau pasti kebenaran atas dugaan itu. karna si akang itu blom kasih bukti kongkrit ke-sontoloyo-an menteri itu, namun begitu, saya yakin kang samsir punya alasan tersendiri untuk berkata demikian.
sayangnya kang, sampeyan lupa kali ya? bahwa di dalam organisasi yang sampeyan pimpin itu ada juga oknum yang sudah benar-benar SONTOLOYO (minjem kosakata sampeyan lho kang..) knapa bisa begitu? moso, orang baik-baik, pejuang HAM seperti munir kok dipateni? selidik punya selidik ternyata ada salah satu anak buah kang samsir yang terlibat. perilaku pembunuh keji ini yang harusnya juga di sebut SONTOLOYO bin SONTOLOYO. ya ga?
trus knapa kang samsir kok ga se-vokal ketika ngomong ada menteri sontoloyo ya? knapa, mengapa, ada apa, aya naon? opo karena ada semacam "kode etik ego" lembaga? atau... sehingga seolah tidak ada sikap & ketegasan yang muncul. mlempem seperti tempe mendoan. harusnya kan tempe mendoan yang kemlethik (renyah .red). lho.. opo tumon mendoan kemlethik? mendoan yang di goreng dengan minyak plastik kali ya... hehe.
parpol SONTOLOYO
trus ono meneh, dugaan parpol yang membiayai demo mahasiswa dan elemen lain yang katanya "mengatasnamakan rakyat" memprotes kenaikan BBM. lha ini yang lebih menarik untuk disimak dan juga harus diwaspadai tentunya. karna parpol seperti ini adalah parpol udik, kampungan, parpol jaman batu, juga teramat sangat SONTOLOYO. kelaut aja deh lo...
parpol sontoloyo itu versi saya ya biasanya punya pimpinan yang vokal ketika tidak menjadi pejabat publik/kalah dalam pemilu, cenderung "berhaluan kiri" dan slalu ngumbar janji-janji murahan, bisa mengkritik doang & ga bisa kasih solusi, ngaku berbasis massa besar di akar rumput tapi kemampuan managerial negara nol besar.
simpatisan parpol SONTOLOYO
bang andi bilang, suhu politik makin memanas akhir-akhir ini, dikarenakan ada beberapa partai politik yang membuat intrik-intrik "murahan" menjelang pemilu. dan sudah menjadi kebiasaan musiman, parpol memanfaatkan situasi carut-marutnya pengelolaan kebijakan pemerintah yang ada, bertujuan untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati "rakyat", dengan mengkritik habis-habisan kebijakan-kebijakan itu. parpol itu juga mengatasnamakan "rakyat". tapi "rakyat" yang mana, itu yang ga jelas. kalo ada demonstrasi yang mengatasnamakan "rakyat" trus ujung-ujungnya membuat kerusakan, keributan dan kerugian banyak orang, apa masih pantas disebut demo untuk rakyat??? dan memangnya kalo parpol sudah bisa membiayai demontrasi & mengkritik kebijakan pemerintah, sudah bisa dibilang parpol yang hebat? parpol yang berhaluan kerakyatan? atau jangan-jangan "rakyat" yang mereka maksud berasal dari golongan mereka sendiri (simpatisan) yang sudah pula menjadi SONTOLOYO.
punggawa parpol SONTOLOYO
menurut hemat saya, saat ini kalo kita ingin berpolitik melalui parpol atau hanya sekedar menjadi simpatisan parpol, maka saran saya pilihlah parpol yang benar-benar memperjuangkan hak & bisa mengakomodir MURNI keinginan rakyat bangsa kita ini. itu saja sudah lebih dari cukup. kita jangan pernah bermimpi apalagi berharap terlalu banyak pada parpol. karena TIDAK AKAN PERNAH BISA parpol manapun mensejahterakan kehidupan rakyat jika di dalamnya terdapat banyak defiasi kepentingan & sifat KANIBALISME baik individu maupun kelompok. dan sudah menjadi rahasia umum bahwa parpol SONTOLOYO ini hanya bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan punggawanya sendiri, sikut kanan sikut kiri ga peduli temen, kalo perlu, jangan kan lawan, temen sendiri aja dibrakot juga kok. Berarti SONTOLOYO juga donk itu punggawa parpol. hiks...hiks..
(brakot itu istilah jawa yang menggambarkan seekor binatang yang kelaparan trus ketemu makanan langsung brakot aja ga pake mikir makanan itu enak apa ngga, beracun ataupun tidak)
janji SONTOLOYO
coba renungkan, parpol-parpol besar yang ada di negeri ini, sudah puluhan tahun mereka berdiri, dan sudah pula mempunyai simpatisan puluhan juta orang. dari puluhan juta simpatisan itu berapa yang benar-benar terangkat hidupnya oleh parpol itu? bisa dihitung dengan jari. hampir tidak ada 1%-nya dari jumlah simpatisan yang berjuta-juta itu yang memperoleh keuntungan secara langsung dari parpol yang dibelanya. yang ada malah para penggede parpol itu yang smakin subur & makmur. dan joroknya lagi sistem regenerasi parpol itu, yang lebih diutamakan yang berasal dari keluarga atau kalangan mereka sendiri. padahal banyak potensi-potensi grass-root yang butuh pembinaan. bisa dibayangkan puluhan tahun menjadi simpatisan puluhan tahun pula menjadi pesakitan... terus mana janji-janji setiap kampanye yang mereka koar-koarkan??? NOL BESARRRR... SONTOLOYO juga namanya. saya tidak menyinggung parpol kecil (parpol GUREM) karena memang parpol-parpol kecil itu pintar berkamuflase. ujung-ujungnya koalisi juga dengan partai besar.
NEPOTISME PARPOL
nepotisme parpol sangat kental sekali. nepotisme yang saya maksud adalah nepotisme berkaitan dengan jabatan stategis dalam parpol. nepotisme boleh-boleh saja dilakukan asal dengan syarat 1) dia memang berjiwa kerakyatan, punya potensi, mumpuni dan punya integritas 2) mengetahui/menguasai makna, sasaran dan tujuan ber-parpol (memiliki ilmu yang memadai), 3) tidak ada lagi orang lain yang mampu memegang jabatan strtegis parpol/tidak ada lagi orang di luarnya yang mampu melaksanakan mandat parpol.
karena seperti pengalaman yang ada, banyak pengurus parpol yang cuma nebeng nama besar ternyata ga ngerti apa-apa tentang politik partai, cuma jadi lipstik dan ajang kontes "bocah ingusan parpol", itu berarti ga efektif untuk kehidupan parpol. mustinya penggede parpol itu sadar donk tentang hal ini dan mustinya juga di siapkan dulu dengan sebuah pembinaan yang memadai, baru nanti kalo sudah siap boleh di propose sebagai pengurus parpol. kalo perlu harus melalui tahap yang paling dasar. seperti pengurus parpol tingkat kampung/desa dll. dari situ dia akan belajar salah satunya politik kerakyatan. baru kalo memang sudah lulus bisa naik tingkat dst...
politik kerakyatan bagi parpol ini penting karena dari sanalah basis kekuatan parpol terbangun. jangan cuma bisanya mempolotisir rakyat seperti partai SONTOLOYO itu. ya ga...