Monday, 30 June 2008

"SONTOLOYO"

SONTOLOYO versi kang samsir

kalo kang samsir dalam wawancara dengan wartawan, bilang ada menteri sontoloyo itu wajar kali ya? karna mungkin dugaan itu memang benar-benar ada. saya sendiri sebagai orang awam ga tau pasti kebenaran atas dugaan itu. karna si akang itu blom kasih bukti kongkrit ke-sontoloyo-an menteri itu, namun begitu, saya yakin kang samsir punya alasan tersendiri untuk berkata demikian.

sayangnya kang, sampeyan lupa kali ya? bahwa di dalam organisasi yang sampeyan pimpin itu ada juga oknum yang sudah benar-benar SONTOLOYO (minjem kosakata sampeyan lho kang..) knapa bisa begitu? moso, orang baik-baik, pejuang HAM seperti munir kok dipateni? selidik punya selidik ternyata ada salah satu anak buah kang samsir yang terlibat. perilaku pembunuh keji ini yang harusnya juga di sebut SONTOLOYO bin SONTOLOYO. ya ga?

trus knapa kang samsir kok ga se-vokal ketika ngomong ada menteri sontoloyo ya? knapa, mengapa, ada apa, aya naon? opo karena ada semacam "kode etik ego" lembaga? atau... sehingga seolah tidak ada sikap & ketegasan yang muncul. mlempem seperti tempe mendoan. harusnya kan tempe mendoan yang kemlethik (renyah .red). lho.. opo tumon mendoan kemlethik? mendoan yang di goreng dengan minyak plastik kali ya... hehe.

parpol SONTOLOYO
trus ono meneh, dugaan parpol yang membiayai demo mahasiswa dan elemen lain yang katanya "mengatasnamakan rakyat" memprotes kenaikan BBM. lha ini yang lebih menarik untuk disimak dan juga harus diwaspadai tentunya. karna parpol seperti ini adalah parpol udik, kampungan, parpol jaman batu, juga teramat sangat SONTOLOYO. kelaut aja deh lo...

parpol sontoloyo itu versi saya ya biasanya punya pimpinan yang vokal ketika tidak menjadi pejabat publik/kalah dalam pemilu, cenderung "berhaluan kiri" dan slalu ngumbar janji-janji murahan, bisa mengkritik doang & ga bisa kasih solusi, ngaku berbasis massa besar di akar rumput tapi kemampuan managerial negara nol besar.

simpatisan parpol SONTOLOYO
bang andi bilang, suhu politik makin memanas akhir-akhir ini, dikarenakan ada beberapa partai politik yang membuat intrik-intrik "murahan" menjelang pemilu. dan sudah menjadi kebiasaan musiman, parpol memanfaatkan situasi carut-marutnya pengelolaan kebijakan pemerintah yang ada, bertujuan untuk menarik sebanyak-banyaknya simpati "rakyat", dengan mengkritik habis-habisan kebijakan-kebijakan itu. parpol itu juga mengatasnamakan "rakyat". tapi "rakyat" yang mana, itu yang ga jelas. kalo ada demonstrasi yang mengatasnamakan "rakyat" trus ujung-ujungnya membuat kerusakan, keributan dan kerugian banyak orang, apa masih pantas disebut demo untuk rakyat??? dan memangnya kalo parpol sudah bisa membiayai demontrasi & mengkritik kebijakan pemerintah, sudah bisa dibilang parpol yang hebat? parpol yang berhaluan kerakyatan? atau jangan-jangan "rakyat" yang mereka maksud berasal dari golongan mereka sendiri (simpatisan) yang sudah pula menjadi SONTOLOYO.

punggawa parpol SONTOLOYO
menurut hemat saya, saat ini kalo kita ingin berpolitik melalui parpol atau hanya sekedar menjadi simpatisan parpol, maka saran saya pilihlah parpol yang benar-benar memperjuangkan hak & bisa mengakomodir MURNI keinginan rakyat bangsa kita ini. itu saja sudah lebih dari cukup. kita jangan pernah bermimpi apalagi berharap terlalu banyak pada parpol. karena TIDAK AKAN PERNAH BISA parpol manapun mensejahterakan kehidupan rakyat jika di dalamnya terdapat banyak defiasi kepentingan & sifat KANIBALISME baik individu maupun kelompok. dan sudah menjadi rahasia umum bahwa parpol SONTOLOYO ini hanya bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan punggawanya sendiri, sikut kanan sikut kiri ga peduli temen, kalo perlu, jangan kan lawan, temen sendiri aja dibrakot juga kok. Berarti SONTOLOYO juga donk itu punggawa parpol. hiks...hiks..
(brakot itu istilah jawa yang menggambarkan seekor binatang yang kelaparan trus ketemu makanan langsung brakot aja ga pake mikir makanan itu enak apa ngga, beracun
ataupun tidak)

janji SONTOLOYO
coba renungkan, parpol-parpol besar yang ada di negeri ini, sudah puluhan tahun mereka berdiri, dan sudah pula mempunyai simpatisan puluhan juta orang. dari puluhan juta simpatisan itu berapa yang benar-benar terangkat hidupnya oleh parpol itu? bisa dihitung dengan jari. hampir tidak ada 1%-nya dari jumlah simpatisan yang berjuta-juta itu yang memperoleh keuntungan secara langsung dari parpol yang dibelanya. yang ada malah para penggede parpol itu yang smakin subur & makmur. dan joroknya lagi sistem regenerasi parpol itu, yang lebih diutamakan yang berasal dari keluarga atau kalangan mereka sendiri. padahal banyak potensi-potensi grass-root yang butuh pembinaan. bisa dibayangkan puluhan tahun menjadi simpatisan puluhan tahun pula menjadi pesakitan... terus mana janji-janji setiap kampanye yang mereka koar-koarkan??? NOL BESARRRR... SONTOLOYO juga namanya. saya tidak menyinggung parpol kecil (parpol GUREM) karena memang parpol-parpol kecil itu pintar berkamuflase. ujung-ujungnya koalisi juga dengan partai besar.

NEPOTISME PARPOL
nepotisme parpol sangat kental sekali. nepotisme yang saya maksud adalah nepotisme berkaitan dengan jabatan stategis dalam parpol. nepotisme boleh-boleh saja dilakukan asal dengan syarat 1) dia memang berjiwa kerakyatan, punya potensi, mumpuni dan punya integritas 2) mengetahui/menguasai makna, sasaran dan tujuan ber-parpol (memiliki ilmu yang memadai), 3) tidak ada lagi orang lain yang mampu memegang jabatan strtegis parpol/tidak ada lagi orang di luarnya yang mampu melaksanakan mandat parpol.

karena seperti pengalaman yang ada, banyak pengurus parpol yang cuma nebeng nama besar ternyata ga ngerti apa-apa tentang politik partai, cuma jadi lipstik dan ajang kontes "bocah ingusan parpol", itu berarti ga efektif untuk kehidupan parpol. mustinya penggede parpol itu sadar donk tentang hal ini dan mustinya juga di siapkan dulu dengan sebuah pembinaan yang memadai, baru nanti kalo sudah siap boleh di propose sebagai pengurus parpol. kalo perlu harus melalui tahap yang paling dasar. seperti pengurus parpol tingkat kampung/desa dll. dari situ dia akan belajar salah satunya politik kerakyatan. baru kalo memang sudah lulus bisa naik tingkat dst...

politik kerakyatan bagi parpol ini penting karena dari sanalah basis kekuatan parpol terbangun. jangan cuma bisanya mempolotisir rakyat seperti partai SONTOLOYO itu. ya ga...





aneh yang mengherankan

heran aku...

ditengah banyaknya pesakitan yang di terima bangsa ini, betapa masih sering kita temui perilaku anggota DPR yang semakin ANEH bin ANEH (= kalo boleh pinjem kosakata temen). Jangan-jangan "bapak-bapak" itu memang dari sononya udah ANEH ya... trus kumpul di tempat yang kondusif untuk bertingkah NGANEH-ANEHI (kata orang jawa). ya udah, makin ANEH-lah mereka.

Salah satu sikap aneh yang masih fres adalah ” Nebeng Jabatan”. Dengan dalih menyerap aspirasi, studi banding, kujungan kerja, monitoring, evaluasi, atau apapunlah istilahnya, mereka bisa jalan-jalan (cuci mata, mulut, kaki bahkan cuci tangan kali…) kemana saja dan kapan saja semau mereka tanpa keluar duit sesenpu. Karna memang acara-acara “formil” semacam ini termasuk uang jajannya sudah ditanggung “Negara”. udah gitu mereka juga bisa ngajak istri, suami, anak, bapak, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, cucu, ipar dan kalau perlu selingkuhanya, juga atas biaya Negara dionkkk…..

Aneh bin aneh, memang…

Ada satu analisa yang dilakukan oleh tukang ketoprak, tukang gado-gado dan pedagang kelontong : bahwa tingkah laku “berbeda” yang dikembangkan oleh orang-orang yang notabene mempunyai “power” dalam urusan pengambilan keputusan sama halnya dengan perilaku yang sering diperlihatkan anak-anak umur balita, yang terkenal dengan banyak experiment (membabi buta) untuk memperoleh “pelajaran” baru tanpa harus ada tanggung jawab, tidak berpendirian dan (sangat membutuhkan bimbingan ibu-bapaknya), dia tidak segan merengek manakala keinginannya tidak dipenuhi, dia juga masih susah untuk berbagi (ego) dalam hal apapun kepada orang lain, susah diatur dan cenderung dengan kemauannya sendiri, kadang-kadang juga sulit mengingat dalam waktu relative singkat (amnesia jangka pendek). O iya… satu lagi, suka marah-marah ga jelas dan bikin bingung orang lain.

Aneh ga seh… Ambiguitas atau katakanlah ketidakjelasan orientasi sikap dan pola pikir seperti itu? Yuuuuuukkkk……

Dalam agama “salah satu hal yang membebaskan seseorang dari Kewajiban (Taklifi) adalah karna Lupa (Tidak Ingat Atau Hilang Ingatan), namun bagi mereka yang suka Pura-Pura Lupa Atau Sengaja Berlaku Lupa, akan Terlaknat. nah lo…
semoga bapak-bapak itu kembali kepada jalan yang benar. amien.

Sunday, 29 June 2008

SELIMUT SAKURA




berikut ini adalah price list untuk SELIMUT SAKURA yang kami tawarkan sebelum harga kirim. untuk harga (ongkos) kirim akan kami sesuaikan dengan harga yang berlaku sesuai dengan kisaran harga jasa pengiriman barang hingga alamat anda.