Monday, 30 June 2008

aneh yang mengherankan

heran aku...

ditengah banyaknya pesakitan yang di terima bangsa ini, betapa masih sering kita temui perilaku anggota DPR yang semakin ANEH bin ANEH (= kalo boleh pinjem kosakata temen). Jangan-jangan "bapak-bapak" itu memang dari sononya udah ANEH ya... trus kumpul di tempat yang kondusif untuk bertingkah NGANEH-ANEHI (kata orang jawa). ya udah, makin ANEH-lah mereka.

Salah satu sikap aneh yang masih fres adalah ” Nebeng Jabatan”. Dengan dalih menyerap aspirasi, studi banding, kujungan kerja, monitoring, evaluasi, atau apapunlah istilahnya, mereka bisa jalan-jalan (cuci mata, mulut, kaki bahkan cuci tangan kali…) kemana saja dan kapan saja semau mereka tanpa keluar duit sesenpu. Karna memang acara-acara “formil” semacam ini termasuk uang jajannya sudah ditanggung “Negara”. udah gitu mereka juga bisa ngajak istri, suami, anak, bapak, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, cucu, ipar dan kalau perlu selingkuhanya, juga atas biaya Negara dionkkk…..

Aneh bin aneh, memang…

Ada satu analisa yang dilakukan oleh tukang ketoprak, tukang gado-gado dan pedagang kelontong : bahwa tingkah laku “berbeda” yang dikembangkan oleh orang-orang yang notabene mempunyai “power” dalam urusan pengambilan keputusan sama halnya dengan perilaku yang sering diperlihatkan anak-anak umur balita, yang terkenal dengan banyak experiment (membabi buta) untuk memperoleh “pelajaran” baru tanpa harus ada tanggung jawab, tidak berpendirian dan (sangat membutuhkan bimbingan ibu-bapaknya), dia tidak segan merengek manakala keinginannya tidak dipenuhi, dia juga masih susah untuk berbagi (ego) dalam hal apapun kepada orang lain, susah diatur dan cenderung dengan kemauannya sendiri, kadang-kadang juga sulit mengingat dalam waktu relative singkat (amnesia jangka pendek). O iya… satu lagi, suka marah-marah ga jelas dan bikin bingung orang lain.

Aneh ga seh… Ambiguitas atau katakanlah ketidakjelasan orientasi sikap dan pola pikir seperti itu? Yuuuuuukkkk……

Dalam agama “salah satu hal yang membebaskan seseorang dari Kewajiban (Taklifi) adalah karna Lupa (Tidak Ingat Atau Hilang Ingatan), namun bagi mereka yang suka Pura-Pura Lupa Atau Sengaja Berlaku Lupa, akan Terlaknat. nah lo…
semoga bapak-bapak itu kembali kepada jalan yang benar. amien.

No comments:

Post a Comment