Seorang perempuan Takruni di dekatSiwak-siwak dagangannyaTiba-tiba berdiri menghadap kiblatSeperti shalatKaki-kakinya yang telanjang bagaiTongkat sonokelingMenancap pada kardus-kardusDi trotoar king Abdul Aziz yangPadatTangannya serabutan menjagaKerudungnyaDari usikan angin dhuha”Lihatlah orang itu!”kata rang-orangYang lalu”Masak shalat begitu!”Dan aku seperti mendengar suara kearifan-Nya:”Biarkan Aku yang menilai ibadahHamba-Ku.”Mekah, 1426_gusmus_komunitas mata air_
BISMILLAH... nGreKso aWaK deWe, nGubo NgrAmpEni ndOnyo, gAwE sAngU uRip sAk duRuNge nGadeP GUSTI ALLOH...
Friday, 3 April 2009
Shalat
satu hari bersamamu (december 23rd, 2006)
Nyaman…
itulah rasa yang ada
ketika bersamamu satu hari itu
begitu manis, tulus,tanpa paksa dan apa adanya
ulas senyumu yang terus mengembang,
seolahmenjadi penawar ragu & cemasku
Intim…
suatu hal yang sulit kuperoleh
namun, satu hari bersamamu
keadaan itu mengalir begitu mudah & sederhana
semudah alur cerita-cerita pendek
sesederhana penerimaanmu
atas uluran tanganku
… tanpa banyak tanya
Cantik…
bahkan tak hanya parasmu
juga sikap dan cara berfikirmu,
satu hari bersamamu
banyak makna tlah tergali
terima kasihku untukmu
pantas kupersembahkan
Hangat…
aroma disetiap tutur katamu
menambah pesona tak terukur
hidupkan suasana tersendiri
dikebersamaan satu hari kita
…sedetikpun menjadi sangat berarti
Apa adanya…
digemulai bahasa tubuhmu
cerminkan kejujuran laku
jauh dari manipulasi,
kebersahajaan tanpa tendensi,
kearifan yang tak sempat terkondisi
…berjalan sebagaimana adanya.
SATU HARI BERSAMAMU,
KISAH TEROMANTIS YANG SLALU KUTUNGGU…