Friday, 23 May 2008

MUKJIZAT DOA DAN MENGUCAP SYUKUR


Oleh: Agustinus Hartono

Meskipun sejak kecil saya diajari untuk berterima kasih kalau diberi seseorang, dan kalau malam mengucap syukur untuk semuanya yang diterima untuk hari yang baru berlalu, ternyata itu tidak menjamin bahwa mengucap syukur menjadi habit saya.

Ketika mendengar Adi W. Gunawan mengatakan bahwa mengucap syukur adalah salah satu anak kunci dari Law of Attraction (LOA), saya berkata dalam hati, �Itu sih kecil� Dari dulu sudah saya lakukan.� Namun, saya masih bertanya-tanya mengapa hasil akhirnya berbeda.

Dalam salah satu seminarnya Adi W. Gunawan memberikan tips untuk meningkatkan rasa syukur. Setelah saya coba beberapa hari, saya �beruntung� mendapat tempat parkir meskipun jam padat. Peserta seminar yang lain ada yang �beruntung� karena tiba-tiba ada pendapatan tambahan.

Suatu hari, anak saya yang berumur empat tahun minta dibelikan boneka lagi. Saat itu dia sedang batuk yang dipicu ketidaksukaannya minum air putih. Saya mencoba untuk menanamkan habit baru pada anak saya. Maka, saya janjikan untuk memenuhi keinginan anak saya akan boneka bila dia mau minum air putih selama 21 hari (catatan: bagi pembaca yang bingung mengapa 21 hari silakan baca buku mengenai NLP). Anak saya setuju dan hari-hari pun berlalu.

Tepat tiga hari sesudahnya, anak saya pulang sekolah dengan membawa bungkusan hadiah dan ketika dibuka isinya adalah boneka.

Tiba-tiba, saya tersadar Tuhan memakai anak saya untuk menerangkan bagaimana sesungguhnya cara bersyukur dan berdoa. Saat pertama kali anak saya meminta boneka maka dia memang menangis untuk memintanya. Tetapi, setelah saya janji akan membelikannya bila selama 21 hari dia minum air putih, maka pada hari-hari berikutnya dia tidak pernah menyinggungnya lagi. Karena, dia PERCAYA akan menerimanya tanpa membatasi dengan cara bagaimana ia akan menerimanya. Dan, setelah tiga hari tiba-tiba pintu surga terbuka. Dan, boom�.dia mendapat apa yang diinginkannya.

Saya terkejut dan mencari tahu mengapa anak saya mendapat boneka itu. Ternyata, alasannya sedikit di luar logika berpikir saya. Penasaran ingin tahu alasannya? Salah satu orangtua murid teman anak saya tiba-tiba berpikir untuk memberi kado ulang tahun pada setiap teman anaknya yang merayakan ulang tahun di sekolah dalam semester 1 ini.

Apa yang sering saya lakukan adalah saya berdoa berhari-hari, bukan karena saya dekat dengan Tuhan, tetapi karena saya KURANG PERCAYA bahwa permohonan itu akan dikabulkan. Hal lain yang saya sering lakukan adalah saya �menentukan� dengan cara bagaimana permohonan saya akan dikabulkan. Padahal, Dia lebih tahu apa yang tepat untuk kita, juga waktu dan caranya.

Doa ternyata mempunyai fungsi sosial. Maksudnya, apabila doa itu ditujukan untuk kebaikan orang lain, maka doa itu akan lebih cepat dikabulkan. Ceritanya begini, kira-kira seminggu setelah peristiwa di atas, saya mendapat kabar bahwa adik saya mengalami kesulitan keuangan. Setelah berpikir sejenak maka saya mengirim SMS yang menyarankan agar adik saya mengambil personal loan di Bank X. Tidak ada tanggapan. Dua hari kemudian saya telepon adik saya untuk menjelaskan saran saya. Jawaban yang saya terima, �Belum ada waktu karena repot mau akhir bulan.� Ternyata, keesokan harinya karyawan Bank X menelpon adik saya untuk menawarkan personal loan. Doa saya terjawab.

BE BETTER EVERYDAY.[ah]

PENERIMAAN DIRI APA ADANYA ADALAH MODAL AWAL UNTUK SUKSES

Kita tentu masih ingat pepatah “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Pepatah ini juga berlaku saat kita ingin meraih sukses atau tujuan tertentu. Manusia mempunyai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sederhananya, semua informasi yang diterima oleh manusia akan direkam dalam pikirannya. Informasi yang sering digunakan/baru didengar masuk ke pikiran sadar, sedangkan informasi yang jarang sekali digunakan/pernah didengar akan direkam dalam pikiran bawah sadar. Nah, untuk mencapai suatu tujuan diperlukan kekompakan antara pikiran sadar dan bawah sadar.

Wah, penjelasannya kok ruwet, ya? Eit… hati-hati dengan perkataan yang digunakan. Menurut pakar teknologi pikiran, kalimat yang negatif menyebabkan hidup jadi lebih negatif (bukan lebih hidup, lho…).

Beberapa alasan mengapa kita tidak dapat menerima diri apa adanya:
1. Persepsi orang di sekeliling kita (misal, karena gender, keturunan, dll)
2. Kondisi fisik
3. Tindakan orang lain yang tidak dapat kita terima (trauma).

Bahkan, anak kecil pun dapat mengalami trauma dari kejadian yang tampaknya sepele. Contoh, anak saya yang baru berumur empat tahun. Kemarin, dia mengalami trauma untuk pergi ke dokter. Selidik punya selidik, ternyata saat ke dokter terakhir kali volume suara dokter cukup tinggi. Dan, nada suaranya pun kurang bersahabat. Meskipun hal itu tidak ditujukan pada anak saya, tapi itu sudah ‘dianggap’ kejadian yang tidak menyenangkan.

Salah satu ciri orang yang tidak dapat menerima diri sendiri adalah suka marah dan memaksakan kehendak. Sebaliknya, ciri-ciri orang yang dapat menerima diri sendiri adalah suka senyum dan mudah mengucapkan terima kasih atau bersyukur.

Mungkin saja kita berkomentar, “Bagaimana kita disuruh bersyukur kalau kita sedang mendapat masalah?” Untuk lebih jelasnya saya kutipkan cerita berikut ini.

Sejak sakitnya menjadi parah, Masaru Emoto bangun tiap pukul empat pagi (meskipun kata dokter hal itu tidak banyak membantu karena umurnya akibat kanker tinggal tiga bulan) Pesan yang diberikan dokternya hanya banyak istirahat, mengurangi pekerjaan, dan berdoa. Siapa tahu Tuhan memberi waktu lebih panjang? Karena pesan ketiga itulah sekarang ia sangat mencintai suasana pagi hari.

Maka, usai mencuci muka, ia keluar dan menaiki atap rumahnya. Ada yang selalu indah ketika ia menatap ke Timur. Udara segar dihirupnya dalam-dalam. Setiap kali dihembuskan napas, tiba-tiba bibirnya terbisik kata “terima kasih”.

Mula-mula ia hanya merasa, kalau pagi hari memang indah. Perasaannya jadi lebih tenang. Mengherankan, lama-kelamaan ia tidak memikirkan lagi sakitnya. Ia hanya merasa Tuhan begitu baik. Tuhan memberinya hari demi hari yang indah. Belum pernah ia mengalami perasaan setenang dan sebahagia itu.

Masaru Emoto akhirnya terbebas dari kanker ganas dan ia menyerukan kepada dunia, “Dengan hati yang dipenuhi syukur dan cinta, Anda akan memiliki kekuatan untuk mengalahkan segalanya!”

Apakah Anda mau menerima diri apa adanya?[soe]

Friday, 16 May 2008

INYONK (part-1)

coba-coba buat blog...

sambil nonton sony dwi kucoro v park korsel, dengan semangat juangnya walau akhirnya kalah lagi dan lagi... inyonk coba nulis blog ini, sapa tau aja dari sini inyonk bisa dapetin sesuatu yg lebih berharga n bermanfaat buat hidup inyonk selanjutnya.

inyonk adalah asli pacalan, mudalrejo, loano, purworejo, jawa tengah, endonesa (indonesia. red). saat ini sejak tanggal 29 nopember 1994 inyonk tinggal di metropolis ini, n ga tau sampe kapan. tapi yg jelas inyonk slalu kangen dengan kampung inyonk pacalan. smoga dalam waktu dekat ini inyonk bisa hidup di sana (pacalan. red) lagi hingga akhir hayat nanti.

sepuluh taon inyonk hidup di perguruan DARUL MA'ARIF sambil kuliah dan akhirnya berlabuh di perusahaan KONSULTAN TEKNIK & PERENCANA di bilangan Mampang. 2 tahun sudah inyonk kerja di sini tapi kok rasanya masih blom sreg yo? bosen jadi buruh trus. walau gitu inyonk cukup beruntung karena dari sini pula inyonk banyak kenal orang pinter dari multi disiplin ilmu dari banyak daerah di endonesa (indonesia. red).

bersambung....

inyonk = sebutan untuk diri sendiri dalam etnis jowo kulon
endonesa = terinpirasi dari teriakan pendukung/penonton badminton untuk tim INDONESIA.


16 Mei '08 (19.46)