Friday, 3 April 2009

kutitipkan

Oleh : A. Mustofa Bisri
Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Paslilah gunung meluapkan api.
Tapi Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut fahamku.
Ku simpan sendiri

maaf dariku (februari 5th, 2006)

entahlah…
apakah pesonaku yang memikat
ataukah…
akalmu yang tak lagi
di tempat
padahal
semua orang tau
semua orang berbisik padamu
" aku terlalu sulit untuk kau pahami "
" aku terlalu pandai untuk kau mengerti "
" aku terlalu liar untuk kau genggam "
tapi kau tetap pada pendirianmu
dan kau tak menyesali
itulah yang padamu
ku tak ingin,
ada rasa kecewa
yang sebenarnya tiada perlu
andai kau tau
asa itu tak patut
untuk kau miliki
mungkin…
tak kan kau buka rasa itu
andai kau tau cintamu
bukanlah aku
mungkin…
tak kau biarkan
kebodohan itu merengkuhmu
dan…
selamat tinggal akan lebih baik,
pada akhirnya
Teman…
ku yakin,
kejujuran ini membuat luka
di hatimu…
Teman…
kuanggap,
inilah jalan itu
jalan yang lebih baik
_
MAAFKAN AKU…

ga ada judul (Juni,4th 2006)

ya Allah…
rasanya sudah lama sekali aku menyakiti-Mu, meninggalkan-Mu, dan melupakan-Mu.
ya Allah…
ijinkanlah hari ini aku mencoba untuk mengingat-Mu, walau aku ragu ENGKAU mau maafkan aku…
ya Allah…
jika ENGKAU hendak marahi aku
jika ENGKAU hendak murkai aku
maka satu permintaanku…
janganlah ENGKAU berlama-lama dalam kebencian-MU
dan janganlah ENGKAU bebankan rasa ini sesuatu yang berat untuk ditanggungnya..
ya ALLAH…
jika MAAFMU adalah matiku…
maka ambillah nyawaku…
(dalam khusnul khotimah), Amien ya Robbal ‘alamien..