Tuesday, 23 December 2008

Tas Dalit, Kerajinan Unggulan Kalsel

Memang benar adanya, jika negeri ini memiliki potensi alam yang sangat besar dan beragam. benar juga adanya istilah "tongkat kayu bisa jadi tanaman". namun sayang, pada tingkat pemanfaatan teknologi bagi pengelolaan SDA tersebut sangat terbatas dan cenderung tidak ramah lingkungan. hingga akhirnya berdampak pada kerusakan lingkungan.

Baru-baru ini departemen perindustrian berinisiatif untuk "menghidupkan kembali" industri (kecil menengah) dengan memanfaatkan bahan baku hasil alam sekitar, sehingga dapat menekan biaya produksi.

Salah satu IKM tersebut adalah kerajinan anyaman tas dalit, dengan bahan baku tanaman purun yang hanya tumbuh di daerah gambut/rawa. tas ini merupakan salah satu hasil kerajinan tangan (manual industry) dari banyak keluarga yang tergabung dalam kelompok IKM Tas Dalit di daerah Rantau (Kab. Tapin, Kalsel) dan telah menjadi produk unggulan beberapa tahun terakhir ini. namun oleh karena kurangnya promosi, tas ini baru dikenal di daerah sekitar saja, dan belum menyentuh pasar yang lebih luas. padahal hasil produksinya cukup bagus, relatif murah, multi fungsi dan tahan lama. bisa digunakan sebagaimana tas-tas jenis lainnya. dari segi teknologi dan permodalan, oleh karena keterbatasan keuangan, selama ini para pengrajin belum dapat memanfaatkan teknologi (mesin-mesin tumbuk dan anyam).

Keunggulan Produk
Tas jenis ini merupakan hasil produksi dari tangan-tangan terampil sejumlah ibu rumah tangga yang termotivasi untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga. sentuhan wanita-wanita itulah yang menjadikan tas dalit ini terkesan begitu feminim dan berkelas. keunggulan lain tas ini adalah; pertama, dari segi bahan baku, tas ini cukup ini dan berciri khas daerah gambut (karena bahan baku tanaman purun hanya dapat ditemui di lahan-lahan jenis itu). kedua, harga relatif murah berkisar antara Rp. 40.000 s/d Rp. 50.000 dan kualitas tidak diragukan lagi. tiga, multi fungsi, dapat difungsikan sebagai tas sekolah / tas kuliah, tas untuk bepergian, tempat mukena, bahkan bisa juga dipergunakan sebagai tas belanja. dll.


NB :
jika anda berminat untuk memiliki tas tersebut, bisa hubungi di 0817-0821321 (abdul)

Saturday, 15 November 2008

33 Billion

inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un...
mungkin itulah kalimat yg tepat untuk menggambarkan matinya nurani DPR. setelah ber trilyun2 mengeruk uang rakyat dengan dalih yang mengada-ada; untuk biaya inilah.. biaya renovasi itulah... biaya sinilah ... biaya sonolah... masih aje kurang puas. yg terbaru adalah renovasi ruang kerja DPR, padahal semua orang tau, ruang kerja mereka saat ini jauh di atas standar, alias wah dan megah. menurut beberapa sumber, rencana biaya renovasi itu akan menghabiskan dana Rp 33 Milyar.

Sekretariat Jenderal DPR menganggarkan biaya Rp 26,33 miliar untuk renovasi ruang kerja anggota Dewan di Gedung Nusantara I. Selain itu, ada rencana pembuatan 10 ruang kerja anggota Dewan baru periode mendatang senilai Rp 7,2 miliar. Total biaya perbaikan, menurut kantor sekretariat jenderal, mencapai Rp 33 miliar.

Perbaikan ruangan tersebut, Fahmi melanjutkan, tak akan mendongkrak kinerja anggota Dewan. Bahkan hal itu justru akan memperburuk citra mereka. Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi ancaman krisis. "Jika sekretariat tetap merenovasi," Zulkifli menimpali, "citra Dewan akan hancur karena saat ini masyarakat sedang kesulitan."

Fahmi juga mempertanyakan adanya penolakan sejumlah fraksi terhadap renovasi ruang kerja anggota. Penolakan tersebut, menurut dia, menyiratkan tak adanya komunikasi antara sekretariat jenderal dan Dewan. "Jangan-jangan rencana itu hanya untuk menghabiskan anggaran menjelang akhir tahun," kata Fahmi.

Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh membantah anggapan bahwa renovasi tersebut tanpa sepengetahuan fraksi. Keputusan merenovasi telah diputuskan bersama perwakilan fraksi di Badan Urusan Rumah Tangga DPR. (sumber koran tempo 14 November 2008)

gila ye...ini benar-benar kontras, disaat banyak fasilitas publik sangat membutuhkan bantuan dana untuk perbaikan, eh para wakil parpol itu malah berboros-boros ria. katanya seh ada yang menolak, tapi ga tau deh... apakah penolakan itu murni dari hati atau hanya sebagai lipstik, maklum bentar lagi pemilu??? wallahu a'lamu bi as-showaf...


kurang lebih 92 gedung sekolah di jakarta utara dengan kondisi yg sangat memprihatinkan. bahkah jika hujan lebat datang bukan hal mustahil sekolah2 itu akan roboh. belum lagi di daerah2 lain, di seluruh indonesia fasilitas publik pencipta generasi penerus ini, jumlahnya mencapai ratusan ribu. gambar disamping adalah gambar bangunan sekolah yg tidak layak dan sangat menyedihkan.

bandingkan dengan bangunan-ba
ngunan di bawah ini, sangat megah dengan fasilitas nyaris sempurna... seharusnya DPR dengan kinerja yg seadanya dan tidak bisa memenuhi harapan rakyat, sangat pantas untuk berkantor di gedung semisal sekolah di atas, dan begitu sebaliknya pada penerus bangsa itu sudah saatnya memperoleh fasilitas gedung dan belajar layaknya anggota DPR saat ini. adil donk kl gitu....

lalu apalagi yang akan dilakukan dewan terhormat itu selanjutnya... apakah masih seperti saat-saat sekarang ini ataukah lebih parah lagi???

inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un...
semoga perilaku dan aktifitas anggota DPR itu (sebagian ataupun semuanya) di maafkan oleh sang Khaliq... tanpa amien lho... amien kan uda di penjara tuh hiks..hiks.. hiks..

Saturday, 9 August 2008

IDE GILA KPK

beberapa hari lalu KPK melontarkan ide gila, bahwa koruptor ketika dalam penjara diberikan pakaian khusus bertuliskan "koruptor". ide ini bertujuan memberikan efek jera, tidak akan melakukan hal yang sama ketika bebas nanti & menjadi pencegah maraknya korupsi lain di negeri ini. bukan untuk mempermalukan mereka di mata masyarakat.

ide ini memang bagus, secara pribadi saya juga setuju, dengan tujuan ya itu tadi, memberikan efek jera, dan akan menjadi peringatan bagi yang lain. namun yang perlu diingat adalah bahwa negara kita adalah negara hukum yang juga melindungi hak-hak dasar setiap warga negaranya (katanya seh..). nah, kalau tau republik ini republik hukum, tentunya perlakukan terhadap koruptor itu (jika memang terealisasi) bisa melanggar hukum itu sendiri donk? KPK itu kok aneh-aneh aja. belum lagi efek psikologis yang nantinya akan ditanggung juga oleh dirinya, keluarga, kerabat dan teman2nya, ini yang lebih berbahaya dan sangt merugikan. dan tentunya dalam dimensi agama manapun memberi/menciptakan peluang saja tidak diperbolehkan apalagi mempermalukan orang lain di depan umum. mbok ya kalau punya ide itu yang keren dikit napa? nyari sensasi boleh aje asal jangan keterlaluan... aya-aya wae KPK...

para koruptor kelas kakap itu sebaiknya dicarikan hukuman lain saja yang langsung tuntas dan sedikit berefek samping setelahnya. seperti hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau diasingkan di suatu tempat terpencil namun tetap harus diperlakukan secara manusiawi.

termasuk juga mungkin para pemberi peluang, perantara, ataupun penyogok seperti artalita cs. khusus untuk artalita hukuman 5 tahun penjara itu terlalu ringan. seharusnya hukuman artalita MINIMAL 20 tahun kurungan dan bila memungkinkan hukuman gantungpun akan pantas, jika para penegak hukum itu memang bernyali. tapi ya gimana lagi... nyali mereka ga sebesar ketika menerima sogokan milyaran rupiah... ga fair kan?

jika selama ini perangkat hukumnya kurang memadai seharusnya diperbaiki donk ah... jangan hukum kolonial molo yang dipake... semua elemen yang berkompeten seharusnya slalu meng-update produk hukum yang memang tidak layak lagi dipergunakan. jangan bergantung terus dengan hukum kuno itu... masak maling kebo dengan maling duit rakyat berjumlah ratusan juta, kok hampir sama masa tahanannya... ga adil donk...

saya dan mungkin kita cuma bisa berharap agar pihak-pihak yang berkompeten dalam produk dan penegakan hukum itu benar-benar lebih sensitif dan bekerja lebih keras, agar tidak terjadi ketimpangan yang konyol. dan efek jera itu bisa terealisasi & bisa dipertanggung jawabkan.. gitu loh...